Cara Berinteraksi Dengan Al-Qur'an

July 18, 2017

CARA BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN

ilmu-ushuluddin.blogspot.co.id - Al-Qur’an adalah firman Allah swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yang apabila dibaca kita mendapatkan pahala. Lantas muncul pertanyaan, manakah yang lebih utama membaca al-Qur’an sebanyak-banyaknya, atau membaca al-Qur’an dengan tilawah dan arti, dan atau menghafalkan al-Qur’an?


Ketiga pertanyaan di atas adalah bentuk daripada interaksi kita dengan al-Qur’an. Yang pertama adalah sekadar membaca al-Qur’an. Setiap kita membaca al-Qur’an maka 10 kebaikan bagi kita. Ini adalah point paling ringan dalam berinteraksi dengan al-Qur’an. Dalil hadisnya sebagaimana yang diriwayatkan Tirmidzi:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
            Siapa saja yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan dilipatkan sepuluh kali [HR. Tirmidzi]

Jika ini sudah dilakukan, maka lewatlah sudah tahapan pertama. Membaca al-Qur’an yaitu membaca dengan tepat. Dengan ilmunya, yaitu tajwid. Allah berfirman:

“… bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. [QS. Al-Muzammil/73: 4]

Dan apabila terbata-bata dalam membaca al-Qur’an, makanya baginya dua pahala daripada orang yang lancar membacanya. Dan bagi yang hafal, maka dia beserta dengan para malaikat yang mulia. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis.

مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَمَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ وَهُوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَدِيدٌ فَلَهُ أَجْرَانِ
"Perumpamaan orang membaca Al Qur`an sedangkan ia menghafalnya, maka ia akan bersama para Malaikat mulia. Sedangkan perumpamaan seorang yang membaca Al Qur`an dengan tekum, dan ia mengalami kesulitan atasnya, maka dia akan mendapat dua ganjaran pahala." [HR. al-Bukhari].

Kedua, setelah mampu membaca dengan tartil, maka selanjutnya marilah kita memahami al-Qur’an dengan tilawah. Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia semuanya (QS. Al-Baqarah/2: 185. Al-Qur’an turun bukan sekedar untuk dibaca, tapi untuk dipahami.

Memhami dengan tilawah maksudnya adalah kita membaca al-Qur’an beserta tafsirnya. Tilawah  itu baca, pahami, kemudian amalkan. Orang yang membaca dengan tilawah, maka pahalanya lebih banyak daripada yang sekedar membaca al-Qur’an.

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ
Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk membaca Al Qur'an, melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya [HR. Muslim]

Ketika membaca al-Qur’an dengan tilawah ( يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ ) Allah memberikan kita ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat. Kemudian Allah menyebut-nyebut kita kepada sekalian malaikat di sisi Allah swt.

Ketiga, menghafal al-Qur’an. Setelah dibaca dan kemudian dipahami, selanjutnya marilah kita menghafalkan al-Qur’an. Al-Qur’an akan menjadi pedoman hidup kita. Al-Qur’an menjadi pembimbing dalam segala aktifitas. Al-Qur’an akan kita bawa ke mana-mana. Sebagaimana hadis yang telah disebutkan di atas, orang yang hafal al-Qur’an beserta malaikat-malaikat yang mulia.
Bagaimana al-Qur’an menjadi pembimbing dalam kehidupan kita. Sebagaimana contoh apabila kita hendak berjalan, maka kita ingat akan hafalan kita terhadap al-Qur’an, yaitu QS. Luqman/31: 18:

  
“… dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.” [QS. Luqman/31: 18]

Kemudian bagaimana arti angkuh daripada QS. Luqman/31: 18. Maka  QS. Al-Furqan/25: 63, yaitu

“ dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. [QS. Al-Furqan/25: 63].

Jadi yang paling baik adalah menghafal al-Qur’an dengan cara menilawahinya. Semoga kita termasuk orang-orang yang akan hafal al-Qur’an, pandai tafsirnya dan seluk beluk ilmu tentang al-Qur’an. Aaamiin ya Allah, Allahumma Aaamiin.

“dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran? [QS. Al-Qamar/54: 17].

***



T13/6-17

You Might Also Like

0 comments