Skip to main content

Posts

Hujan

Hujan adalah anugerah dari Allah bagi hamba-hamba-Nya. Hujan adalah ciptaan Allah, tak seorang pun yang mampu mendatangkan hujan sebagaimana Allah mendatangkan hujan. Sebab Allah Maha kuasa atas segala sesuatu.
Allah berfirman, "Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan yang menghidupkannya, pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS. Fushshilat [41]: 39).
Hujan adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah pernah bersabda, "Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan: bertemunya dua pasukan, menjelang shalat dilaksanakan, dan saat hujan turun" (HR Baihaqi'). Bahkan Rasulullah pernah berdoa, "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumb…
Recent posts

Bersahabat Dengan Akhirat

Sahabat silih berganti mendatangi kita. Ada yang datang karena kepentingan. Ada yang datang untuk mengulang masa-masa kebersamaan. Ada juga sahabat datang dalam hobbi yang sama. Dan semua itu lumrah. Untuk itu pilihlah sahabat yang bisa membawa kita kepada kebaikan. Bersahabat dengan sahabat yang mencintai akhirat. Serta bersahabat dengan akhirat.
Ada yang indah, ternyata banyak dipersahabatkannya kita karena kecintaan yang sama. Sama-sama ingin dicintai dan mencintai karena Allah. Ia senantiasa bertemu karena seringnya hadir dalam majelis ilmu dan majelis zikir. Subhanallah, persahabatan yang terikat karena ingin merebut kecintaan Allah adalah persahabatan yang tidak hanya ternikmati ketika di dunia saja, tapi hingga akhirat.
Sahabat-sahabat yang hadir dalam kehidupan kita jika kehadirannya karena terikat oleh kecintaan kepada Allah maka inilah bentuk persahabatan yang sejati; persahabatan karena landasan keimanan dan ketaatan kepada-Nya. Bersahabat dunia akhirat.
Beruntungnya kita jika…

Tiga Penyakit dan Tiga Obatnya

Ada penyakit dan ada pula obatnya. Setidaknya dalam tulisan ini disebutkan tiga jenis penyakit dan tiga jenis obatnya. Rasulullah bersabda, "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila obat tersebut sesuai dengan penyakitnya, maka ia akan sembuh dengan izin Allah." (HR Muslim).
Demikian pula seperti yang diungkapkan oleh Nabi Ibrahim, "Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku." (QS asy-Sy'araa [26]: 80). Ibn Katsir menjelaskan maksud ayat di atas, "Jika aku menderita sakit, maka tidak ada seorang pun yang kuasa menyembuhkanku selain Dia sesuai takdir-Nya yang dikarenakan oleh sebab yang menyampaikannya."
Jadi, untuk jenis penyakit pertama dalam hal fisik, obatnya adalah mencari sebab penyembuhan (berobat) dengan hanya memohon kesembuhan kepada Allah semata. 
Demikian diteladankan oleh Nabi Ayyub Alaihissalam, "Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: (Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan …

Makna Dari Keberkahan

Apa sebenarnya makna dari keberkahan itu? Keberkahan bukan diukur dari banyaknya materi. Tetapi lebih kepada bertambahnya kebaikan dan fungsi kegunaan dari harta atau materi tersebut.Sebagaimana yang diriwayatkan Jabir RA ketika ia dan para sahabat lainnya sedang menggali parit di Khandaq.
Mereka mendapati sebongkah batu besar yang sulit dihan curkan. Kemudian, para sahabat menghadap Nabi SA W, dan mengeluh bahwa sebongkah batu menghambat ke lancar an mereka menggali parit di Khandaq.
Nabi SAW berujar, Biarlah aku yang turun menghancurkan batu itu. Beliau kemudian bangkit dengan kondisi perut yang diganjal batu. Karena menahan lapar, sebab Nabi SAW, Jabir, dan para sahabat lainnya belum makan apa pun selama tiga hari. Nabi SAW segera mengambil martil dan dipukulkannya di atas batu tersebut sampai hancur.
Menyaksikan situasi itu, Jabir memohon izin kepada Rasulullah, Ya Rasulullah, izinkanlah aku pulang sebentar. Rasulullah mengizinkan Jabir pulang. Sesampainya di rumah, Jabir bertany…

Pandangan Sayyid Quthb Atas Poligami Dan Di Bolehkan Menikahi Wanita Ahli Kitab

Pendahuluan Sayyid Qutub merupakan salah satu mufassir kontemporer yang berusaha memberikan kekuatan penafsiran dan kebutuhan zaman atas pencerahan. Kecerdasan yang diimbangi oleh keteguhan iman membawa Sayyid Qutub pada ketajamannya menganalisa kondisi zamannya terutama masyarakatnya agar tak terbawa pada arus materialisme. Kajian tentang beliau semakin menarik tatkala ke-anti-baratannya bukan karena Sayid Qutub tidak mengenali betul barat namun justru karena ia mengenyam pendidikan di berbagai universitas barat dan berkunjung ke berbagai belahan dunia Amerika maupun Eropa. [3] Pengalaman, pendidikan, serta lingkungan dimana karakter Sayyid Qutub dibentuk sangat mempengaruhi pemikiran radikalisme kekanananya. Karya-karyanya yaitu Ma’alim fith-thariq, Asywak, terbit tahun 1947, Muhimmatus Sya’ir fil hayyawa syi’ir jailal-hadir, terbit tahun 1933, As-salam al-islami wa al-islam, terbit tahun 1951.[4] terutama dalam bidang Tafsir sangat berpengaruh. Fi Dzilalil Qur’an adalah kajian Tafsir…